Lapor LHKPN untuk Pilpres, Ini 5 Fakta Harta Sandiaga Uno

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon wakil presiden, Sandiaga Uno, menjawab pertanyaan wartawan setelah menyerahkan LHKPN di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2018. Sandi merupakan pasangan dari bakal calon presiden Prabowo Subianto. TEMPO/Imam Sukamto

    Bakal calon wakil presiden, Sandiaga Uno, menjawab pertanyaan wartawan setelah menyerahkan LHKPN di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2018. Sandi merupakan pasangan dari bakal calon presiden Prabowo Subianto. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi pada Selasa, 14 Agustus 2018. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN terbarunya, harta Sandiaga tercatat Rp 5 triliun, tepatnya Rp 5.099.960.524.965.

    Berikut ini sejumlah fakta mengenai harta kekayaan Sandiaga.

    1. Jumlahnya bertambah sejak 2016

    Jumlah harta Sandiaga meningkat dibanding jumlah harta kekayaan pada 2016, saat ia mendaftar menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, ia melaporkan hartanya Rp 3,8 triliun. Hartanya didominasi surat berharga senilai Rp 3,7 triliun. Sedangkan pada LHKPN terbaru, harta Sandiaga berjumlah Rp 5 triliun, yang juga masih didominasi surat berharga senilai Rp 4,7 triliun.

    Baca: Jadi Cawapres, Total Harta Sandiaga Uno Rp 5 Triliun

    2. Terbesar di antara capres dan cawapres lain

    Sebelum terjun ke dunia politik, Sandiaga adalah seorang pengusaha sukses. Ia pernah masuk deretan orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes pada 2011. Tak heran, Sandi memiliki jumlah kekayaan yang lebih banyak dibanding calon lain. Pasangannya, Prabowo Subianto, berdasarkan LHKPN terbarunya, memiliki harta Rp 1,9 triliun. Bakal capres Joko Widodo melaporkan LHKPN senilai Rp 50 miliar dan cawapresnya, Ma'ruf Amin, senilai Rp 11 miliar.

    3. Didominasi surat berharga

    Besarnya harta kekayaan Sandiaga didominasi surat berharga. Dari LHKPN senilai Rp 5 triliun yang dilaporkannya beberapa waktu lalu ke KPK, Rp 4,7 triliun di antaranya adalah surat berharga. Begitu pun pada 2016. Surat berharganya senilai Rp 3,7 triliun dari total Rp 3,8 triliun.

    Baca: Kemendagri Belum Terima Surat Pengunduran Diri Sandiaga Uno

    4. Rincian harta terbaru

    Sebagai salah satu syarat mengikuti pilpres 2019, Sandiaga melaporkan harta kekayaannya. Dari LHKPN itu, Sandiaga tercatat memiliki harta Rp 5.099.960.524.965. Rinciannya, tanah dan bangunan berjumlah Rp 191 miliar, alat transportasi Rp 325 juta, harta bergerak lain Rp 3,2 miliar, surat berharga Rp 4,7 triliun, kas Rp 495 miliar, dan harta lain Rp 41 miliar. Namun Sandiaga tercatat punya utang Rp 340 miliar.

    5. Penyebab harta Sandiaga naik signifikan

    Jumlah harta kekayaan Sandiaga bertambah cukup signifikan dalam waktu dua tahun. Saat ia mencalonkan sebagai Wakil Gubernur DKI pada 2016, ia melaporkan hartanya sebesar Rp 3,8 triliun. Pada 2018, saat mencalonkan sebagai cawapres, jumlahnya bertambah menjadi Rp 5 triliun.

    Bertambahnya kekayaan Sandiaga Uno disinggung anggota tim pemenangannya, Sudirman Said, saat mengantarnya ke KPK. Sudirman mengatakan menguatnya kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah memicu kenaikan harta Sandiaga, yang mayoritas berupa saham. "Kalau nanti dilihat kenaikannya cukup signifikan, karena kurs dolar terhadap rupiah naik tinggi, maka harga saham juga naik," ujarnya.

    Baca: Gerindra Sebut Isu Mahar Politik Sandiaga adalah Hoaks Kekinian

    ROSSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.