Soal Polemik Cawapres Jokowi, Cak Imin: Yang Sudah Ya Sudahlah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar tiba di restauran Plataran Menteng, Jakarta Pusat, 9 Agustus 2018. TEMPO / Friski Riana

    Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar tiba di restauran Plataran Menteng, Jakarta Pusat, 9 Agustus 2018. TEMPO / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar alias Cak Imin meminta polemik pemilihan bakal calon wakil presiden Joko Widodo disudahi.

    "Yang sudah ya sudahlah. Semua toh pada akhirnya tergantung takdir, saya saja yang sudah pasang baliho di mana-mana enggak dipilih juga enggak apa-apa," kata Cak Imin di sela-sela menghadiri Sidang Tahunan MPR di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis, 16 Agustus 2018.

    Baca: Mahfud MD Batal Cawapres Jokowi, Cak Imin: Saya Sudah Ngiklan

    Menurut dia, semua harus bersatu kembali karena Jokowi sudah memilih Ma'ruf Amin menjadi cawapresnya. "Ini formula yang tepat Nahdlatul Ulama, yaitu nasionalis-agamis, agamis-nasionalis," ujarnya. Cita-cita ini, kata dia, harus diwujudkan dalam Indonesia yang agamis.

    Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD sebelumnya berbicara di acara televisi Indonesia Lawyers Club pada Selasa, 14 Agustus 2018. Mahfud membeberkan kronologi dirinya tidak jadi dipilih sebagai cawapres Jokowi dan digantikan oleh Ketua MUI Ma'ruf Amin. Mahfud sempat menceritakan ulang pengakuan Muhaimin alias Cak Imin soal alasan Mahfud ditolak dan Ma'ruf yang maju.

    Baca: Mahfud MD Soal Cawapres Jokowi, Cak Imin: Ini Dinamika Politik

    Cak Imin menilai kemunculan Mahfud di media dan bercerita banyak adalah hal biasa yang merupakan dinamika politik. "Kongres Anshor aja rame, apalagi capres," ujarnya.

    Ia menyatakan apa yang terjadi adalah bagian dari proses seleksi alam. "Takdir sudah terwujud, mari kita kembali kepada cita-cita bersama, menjaga persatuan NU, kebersamaan NU, kekompakan NU, dan kekompakan bangsa Indonesia," kata Cak Imin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?