Djoko Santoso Digodok Jadi Ketua Tim Sukses Prabowo - Sandiaga

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn), Djoko Santoso. ANTARA FOTO/R.Sukendi

    Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn), Djoko Santoso. ANTARA FOTO/R.Sukendi

    TEMPO.CO, Jakarta-Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih digodok. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Djoko Santoso belakangan mencuat sebagai calon ketua tim pemenangan Prabowo - Sandiaga.

    Djoko adalah mantan Panglima TNI.  "Kemarin memang Pak Prabowo mengusulkan nama itu, tapi nanti masih akan dibahas oleh tim koalisi," ucap Sufmi di Menteng, Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018.

    Baca: Prabowo - Sandiaga akan Masukan Ulama ke Struktur Timses

    Ketua Umum Partai Amanat Nasional  Zulkifli Hasan mengatakan siapa saja nama yang diusulkan akan dirapatkan oleh partai pengusung. "Tentu akan ada pertemuan koalisi untuk membahas itu. Kalau koalisi setuju (Djoko), enggak ada masalah," kata Zulkifli.

    Dia berujar soal struktur tim pemenangan juga akan dirapatkan. "Saya berharap setiap partai-partai jadi steering comittee saja atau pengarah. Jadi ada pengarah, ada pembina seperti dewan syuro, dan tim pemenangan."

    Simak: Demokrat: SBY Bagi Cara Menang Pilpres ke Prabowo - Sandiaga

    Soal pengaruh ketua tim terhadap faktor ekor jas atau coat-tail effect partai, dia mengatakan ini adalah kerja tim. "Ini kan kerja besar, enggak mungkin satu orang," ujarnya.

    Djoko Santoso mengaku siap menjadi ketua tim pemenangan Prabowo - Sandiaga bila semua partai politik koalisi setuju. "Ya, namanya tentara harus siap, tidak ada yang tidak siap kalau untuk negara," kata Djoko di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2018.

    REZKI ALVIONITASARI | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?