Polemik Mahfud MD Cawapres Jokowi, NasDem: Ini Matematika Politik

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD usai mengunjungi Penyidik KPK Novel Baswedan di rumah sakit Jakarta Eyes Center di Menteng, Jakarta Pusat, 11 April 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal NasDem Johnny G. Plate menganggap tudingan Mahfud MD tidak beralasan. Sebelumnya, dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang disiarkan secara langsung tvOne pada Selasa malam, 14 Agustus 2018, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu blak-blakan tentang keputusan calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi, yang tidak jadi menunjuknya sebagai calon wakil presiden atau cawapres.

Simak: Majalah Tempo: Manuver yang Gagalkan Mahfud MD Cawapres Jokowi

Dalam acara itu, Mahfud mengungkapkan, hingga Kamis, 9 Agustus 2018, Jokowi sudah menjatuhkan pilihannya kepada dirinya. Namun keputusan itu tiba-tiba berubah pada sore hari, di menit-menit terakhir sebelum Jokowi mengumumkan cawapresnya di Restoran Plataran Menteng, Jakarta, Kamis malam, 9 Agustus 2018. Sebab, Mahfud mengatakan ada desakan dari sejumlah partai politik pendukung Jokowi. Tempo mengkonfirmasi ulang cerita Mahfud dalam acara ILC itu. Namun Mahfud enggan berkomentar.

Johnny enggan membenarkan atau mengoreksi cerita Mahfud tersebut. Namun dia mempersilakan untuk mengkonfirmasi langsung kepada ketua-ketua umum partai yang hadir dalam pertemuan sebelum pengumuman di Plataran, Menteng. "Pak Mahfud MD kan tidak ada dalam pertemuan itu," kata Johnny saat ditemui Tempo di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem, Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018.

Simak juga: Koalisi Jokowi Ajak JK dan Mahfud MD Masuk Tim Pemenangan

Menurut Johnny, penunjukan Ma'ruf Amin sebagai cawapres adalah kewenangan Jokowi sepenuhnya. "Ketua-ketua umum memberikan hak prerogatif itu dalam konteks relasi, tapi parpol juga harus menyetujui, partai yang meng-endorse. Sebab, yang tandatangan dokumen untuk ke KPU (Komisi Pemilihan Umum) adalah ketua umum dan sekjen parpol," ujarnya.

Dengan kata lain, kata Johnny, kewenangan diberikan, tapi tetap dengan persetujuan partai-partai pendukung untuk menjaga relasi politik. "Ini yang harus dijaga. Ini matematika politik, tentu tidak seperti matematika berhitung," ucapnya.

Jokowi mengumumkan Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin sebagai cawapresnya pada Kamis malam, 9 Agustus 2018, di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta. Menurut keterangan Mahfud MD, hingga pagi sebelum pengumuman tersebut, orang-orang Jokowi menyatakan dirinyalah yang akan dipilih sebagai cawapres.

Baca: Mahfud MD Blak-Blakan Cawapres Jokowi, PPP: Itu Dinamika Politik

Mahfud MD telah bersiap dan diperintahkan menunggu di Restoran Tesate, yang terletak di seberang Restoran Plataran. Namun, pada sore sebelum pengumuman, dia ditelpon politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Pratikno. "Pak Mahfud, sepertinya ada perubahan. Coba bapak kembali dulu ke tempat semula," tutur Mahfud dalam ILC.






Safari Politik Anies Baswedan di Aceh dan Riau Terhambat, Ini Kata PKS

2 jam lalu

Safari Politik Anies Baswedan di Aceh dan Riau Terhambat, Ini Kata PKS

PKS menilai setiap warga dan relawan berhak memberikan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai calon presiden.


Safari Anies Baswedan ke Daerah Dihalang-halangi, Ini Kata Sekjen NasDem

5 jam lalu

Safari Anies Baswedan ke Daerah Dihalang-halangi, Ini Kata Sekjen NasDem

Sekjen NasDem Johnny G Plate tak mau berpikir negatif soal adanya penghalangan terhadap safari politik Anies Baswedan.


Prabowo Bercanda Rambut Putih, Menteri dari Nasdem Tertawa Terbahak-bahak

6 jam lalu

Prabowo Bercanda Rambut Putih, Menteri dari Nasdem Tertawa Terbahak-bahak

Johnny membenarkan adanya obrolan rambut putih dengan Prabowo itu. Ia menyebut rambut putih itu sebagai sebuah candaan antar menteri.


Selain Aceh, NasDem Sebut Riau juga Cabut Izin Penggunaan Tempat untuk Safari Anies Baswedan

9 jam lalu

Selain Aceh, NasDem Sebut Riau juga Cabut Izin Penggunaan Tempat untuk Safari Anies Baswedan

Setelah izin lokasi tempat safari politik Anies Baswedan dicabut, NasDem juga mendapat informasi soal hal yang sama terjadi di Pekanbaru, Riau.


NasDem Pastikan Safari Anies Baswedan Tetap Berjalan Meski Izin Tempat Dicabut

9 jam lalu

NasDem Pastikan Safari Anies Baswedan Tetap Berjalan Meski Izin Tempat Dicabut

Ali menyebut animo masyarakat Aceh dalam menyambut Anies Baswedan sangat tinggi.


Nasdem Harap Pencabutan Izin Tempat Acara Anies Baswedan Bukan Karena Alasan Politik

10 jam lalu

Nasdem Harap Pencabutan Izin Tempat Acara Anies Baswedan Bukan Karena Alasan Politik

Jika berhubungan dengan politik, Ali menyebut hal ini sangat menyakiti rakyat Indonesia yang ingin bersilaturahmi dengan Anies Baswedan.


NasDem Ungkap Hambatan Safari Anies Baswedan: Izin Dicabut Tanpa Alasan Jelas

1 hari lalu

NasDem Ungkap Hambatan Safari Anies Baswedan: Izin Dicabut Tanpa Alasan Jelas

Ali menerangkan ada hambatan yang dihadapi kala partainya bersama Anies Baswedan hendak bersafari, salah satunya ke Aceh.


Pemerintah Usulkan Revisi UU IKN, PKS: Ini Menunjukkan UU IKN Cacat dan Terburu-buru

1 hari lalu

Pemerintah Usulkan Revisi UU IKN, PKS: Ini Menunjukkan UU IKN Cacat dan Terburu-buru

Menurut politikus PKS Mardani Ali Sera, usulan revisi UU IKN malah menunjukkan praktik ketatanegaraan yang tidak baik.


Survei Charta Politika: Deklarasi Anies Baswedan Genjot Elektabilitas NasDem

2 hari lalu

Survei Charta Politika: Deklarasi Anies Baswedan Genjot Elektabilitas NasDem

Meski begitu, naiknya elektabilitas NasDem hanya menempatkan partai itu dalam urutan keenam sebagai partai dengan elektabilitas terbesar.


Lanjutkan Safari Politik, Anies Baswedan Bakal Keliling Pulau Sumatera

2 hari lalu

Lanjutkan Safari Politik, Anies Baswedan Bakal Keliling Pulau Sumatera

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal melanjutkan safari politiknya ke sejumlah daerah di Pulau Sumatera usai menyambangi Palu