Lapor LHKPN, Kekayaan Sandiaga Uno Naik Signifikan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres Sandiaga Uno tengah menyantap nasi goreng Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Senin, 13 Agustus 2018. Tempo/Adam Prireza

    Cawapres Sandiaga Uno tengah menyantap nasi goreng Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Senin, 13 Agustus 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota tim pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Sudirman Said, mengatakan jumlah harta kekayaan Sandiaga naik signifikan. Kenaikan harta Sandiaga, kata dia, dipicu menguatnya kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.

    Baca: Pilpres 2019, Bawaslu Hati-hati Tangani Dugaan Mahar Sandiaga

    "Kalau nanti dilihat kenaikannya cukup signifikan, karena kurs dolar terhadap rupiah naik tinggi, maka harga saham juga naik," kata Sudirman di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2018.

    Sudirman mengatakan itu seusai menemani Sandiaga memberikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK. Penyerahan LHKPN adalah salah satu syarat pendaftaran capres-cawapres.

    Sandiaga dalam kesempatan yang sama mengatakan sekitar 90 persen hartanya berbentuk saham. Namun dia enggan menyebutkan nominal hartanya. "Nanti saja lihat pengumuman KPK," kata dia.

    Sebelum menyerahkan LHKPN untuk Pilpres 2019, Sandiaga pernah menyerahkan laporan yang sama saat mengikuti Pilgub DKI Jakarta 2017. Menurut data LHKPN yang Sandiaga laporkan pada 29 September 2016, Sandiaga Uno memiliki total kekayaan sekitar Rp 3,8 triliun.

    Harta Sandiaga terdiri dari harta tidak bergerak senilai Rp 133 miliar berupa tanah dan bangunan. Sedangkan harta bergerak Sandiaga senilai Rp 375 juta dan harta bergerak lainnya senilai Rp 3,2 miliar.

    Selain itu, Sandiaga mempunyai harta kekayaan berupa surat berharga sebesar Rp 3,7 triliun dan US$ 1,3 juta, giro dan setara kas lainnya sebesar Rp 12,9 miliar dan US$ 30,2 juta.

    Baca: Bukan Wagub DKI Lagi, Sandiaga Sebut Nasgor Kebon Sirih Ilegal

    Senada dengan Sandiaga, Sudirman juga enggan menyebut jumlah harta koleganya tersebut. Dia hanya menyebutkan kenaikan harta kekayaan Sandiaga disebabkan oleh kurs dolar yang menguat sehingga menyebabkan harta Sandiaga yang mayoritas berbentuk saham ikutan naik.

    Dia menyebutkan salah satu saham yang dimiliki Sandi disumbang kepemilikan saham mayoritas Saratoga Investama Sedaya. "Salah satunya saham di Saratoga. Tapi bukan itu saja, nanti lihat di website," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.