Tim Pemenangan Prabowo - Sandiaga Akan Fokus Isu Ekonomi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon (tengah) memberikan pernyataan kepada wartawan di depan rumah Prabowo Subianto di Jakarta Selatan, Kamis, 9 Agustus 2018. Sejumlah anggota Partai Gerindra yang hadir belum mau memberikan pernyataan tentang cawapres pendamping Prabowo yang akan dideklarasikan malam ini. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon (tengah) memberikan pernyataan kepada wartawan di depan rumah Prabowo Subianto di Jakarta Selatan, Kamis, 9 Agustus 2018. Sejumlah anggota Partai Gerindra yang hadir belum mau memberikan pernyataan tentang cawapres pendamping Prabowo yang akan dideklarasikan malam ini. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim pemenangan bakal calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, akan berfokus pada isu ekonomi untuk pemilihan presiden 2019. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan koalisi menilai isu yang paling penting saat ini bukan persoalan identitas seperti agama, melainkan persoalan ekonomi.

    Baca: Prabowo - Sandiaga akan Masukan Ulama ke Struktur Timses

    "Kami mau menyelesaikan isu ekonomi. Masalah kita kan bukan perbedaan, perbedaan sudah selesai. Masalah agama sudah selesai, bahkan sejak Sumpah Pemuda," kata Fadli di depan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, Senin, 13 Agustus 2018.

    Fadli mengatakan tim pemenangan juga akan membahas persoalan politik, hukum, dan sosial. Namun dia berkukuh mengatakan isu ekonomilah yang paling penting saat ini. Itu sebabnya, kata Fadli, koalisi Prabowo dan Sandiaga akan banyak berdiskusi dengan para ekonom dan mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk mengevaluasi kinerja ekonomi pemerintahan saat ini.

    Baca: Fadli Zon: Tim Sukses Prabowo - Sandiaga Dibentuk Pekan Ini

    Salah satu ekonom yang akan digandeng, kata Fadli, ialah mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli. Fadli menyebut Rizal Ramli sebagai ekonom yang sepaham dengan koalisi Prabowo dan Sandiaga. Ekonom lain yang akan digandeng adalah yang berpandangan kritis terhadap data-data yang dimiliki pemerintah dan persoalan ekonomi rakyat.

    Koalisi pengusung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tengah mematangkan struktur tim pemenangan pilpres 2019. Fadli mengatakan para pejabat teras partai koalisi sudah mulai membahas nomenklatur struktur tim pemenangan, kendati belum menetapkan siapa saja yang akan duduk di setiap posisi yang ada.

    Baca juga: Meski Prabowo Pilih Sandiaga, GNPF Tetap #2019GantiPresiden

    "Tim kecil sudah mulai brainstorming tentang nomenklatur tim pemenangan, bidang apa yang diperlukan di dalam organisasi pemenangan, steering committee, organizing committee-nya seperti apa. Baru nanti diisi oleh orang per orang," ujarnya.

    Menurut Fadli, struktur tim kampanye Prabowo dan Sandiaga tak akan jauh berbeda dengan tim kampanye pada umumnya. Dia berujar nantinya juga ada dewan pakar, penasihat, penggalangan, kampanye, logistik, teknologi dan informasi, data, dan sebagainya. "(Yang menangani) relawan ada, milenial (juga) pasti ada," kata Fadli.

    Adapun ihwal ketua tim pemenangan, ujar dia, akan diputuskan Prabowo bersama dengan para pemimpin partai koalisi. Fadli mengatakan koalisi mengharapkan ketua tim yang dapat berfokus 100 persen mengurus pemenangan. Ketua tim pemenangan juga harus memiliki kemudahan mobilisasi, interaksi, dan diterima oleh semua partai koalisi. "Nanti kami lihatlah kriteria ini cocok kepada siapa," ucapnya.

    Baca: Koalisi Prabowo - Sandiaga Godok Tim Pemenangan Pilpres 2019

    Belakangan, nama Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan mencuat sebagai kandidat ketua tim pemenangan Prabowo-Sandiaga. Nama Zulkifli diusulkan oleh Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.