Minggu, 21 Oktober 2018

Prabowo - Sandiaga, GNPF: Cawapres Prabowo Harusnya Ulama

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berbicara dalam acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018. Acara ini merupakan acara yang digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama guna membahas capres-cawapres yang akan mereka dukung di pilpres 2019. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berbicara dalam acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018. Acara ini merupakan acara yang digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama guna membahas capres-cawapres yang akan mereka dukung di pilpres 2019. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) akan menggelar Ijtima Ulama kedua untuk memutuskan dukungan terhadap pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno. GNPF menyatakan hingga sekarang belum menentukan sikap terhadap pasangan Prabowo - Sandiaga.

    Baca: Jokowi ke Prabowo - Sandiaga: Putra-Putra Terbaik Bangsa

    “Kami akan bahas dalam ijtima ulama yang kedua,” kata Ketua GNPF Ulama, Yusuf Martak dihubungi Jumat, 10 Agustus 2018. GNPF perlu melakukan ijtima ulangan karena sejumlah nama yang mereka sodorkan sebagai kandidat cawapres tidak dipilih Prabowo.

    Dalam ijtima mereka yang pertama, gerakan ini menyodorkan dua nama, yaitu Ustad Abdul Somad dan Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera Salim Segaf Al Jufri. Abdul Somad mengatakan tidak mau menjadi cawapres. Ia tetap memilih jalan dakwah. Sementara itu, Salim Segaf kurang dilirik dalam pembahasan cawapres Prabowo.

    GNPF kemudian mengajukan dua nama cawapres, yakni Ustaz Arifin Ilham dan Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. Namun, Prabowo memilih Sandiaga Uno sebagai cawapres.

    Yusuf mengatakan GNPF bukan mempermasalahkan terpilihnya Sandiaga sebagai cawapres. Menurut dia, yang menjadi masalah adalah usulan Ijtima bahwa cawapres Prabowo harus dari golongan ulama itu yang belum terpenuhi. “Usulan untuk memilih ulama sebagai cawapres itu belum terealisasi dengan terpilihnya Sandiaga,” kata dia.

    Simak: Forum Umat Islam Dukung Prabowo - Sandiaga

    Yusuf menuturkan GNPF akan menggelar Ijtima Ulama untuk membahas sikap terhadap pasangan Prabowo - Sandiaga sebelum perayaan Idul Adha, 22 Agustus 2018. Ijtima bakal dihadiri sejumlah ulama dan tokoh nasional. “Apapun hasilnya insya Allah akan bermanfaat untuk semua pihak,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.