Selasa, 16 Oktober 2018

PPP Tirukan Ma'ruf Amin: Tidak Usah Dicalonkan Saya Sudah Sepuh

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MUI Maruf Amin membuka acara Aksi Bela Palestina di Silang Monas, Jakarta, 17 Desember 2017. Sejumlah tokoh agama dan politik mengenakan syal bergambar bendera Palestina dan Indonesia saat hadir dalam acara yang juga disebut dengan Aksi 1712. TEMPO/Maria Fransisca.

    Ketua MUI Maruf Amin membuka acara Aksi Bela Palestina di Silang Monas, Jakarta, 17 Desember 2017. Sejumlah tokoh agama dan politik mengenakan syal bergambar bendera Palestina dan Indonesia saat hadir dalam acara yang juga disebut dengan Aksi 1712. TEMPO/Maria Fransisca.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo alias Jokowi resmi menunjuk Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden. Keduanya pun sudah mendaftar. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Rommy mengatakan Ma'ruf Amin sempat menolak menjadi cawapres Jokowi.

    Baca: Ma'ruf Amin Sindir Kubu Prabowo yang Tak Mendengar Ijtima Ulama

    Rommy bercerita, dia sempat berkunjung ke rumah Ma'ruf Amin pada Januari 2018. "Saya ke rumah kiai dan bilang, tanpa pamit ke panjenengan, saya sudah usulkan nama Pak Kiai ke Pak Presiden," kata Rommy menceritakan ulang pertemuannya dengan Ma'ruf Amin, Jumat, 10 Agustus 2018.

    Mendengar perkataan itu, Ma'ruf Amin seperti ditirukan Rommy menjawab, "Tidak usah dicalon-calonkan, saya sudah sepuh."

    "Tapi saya bilang, Pak Kiai ini lebih muda dari Pak JK," kata Rommy menimpali. Pembicaraan ini menguap. Namun, Rommy mengklaim sering menyinggung nama Ma'ruf Amin ketika bertemu dengan Jokowi.

    Baca juga: Cerita Ma'ruf Amin Soal Cawapres, dari Mahfud MD Lalu Belok Arah

    Pengumuman Ma'ruf Amin sebagai cawapres Jokowi sempat diwarnai drama. Satu jam sebelum pengumuman, justru nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD yang santer bakal menjadi Cawapres Jokowi. Bahkan, Mahfud MD sudah mengurus beberapa syarat administrasi untuk pendaftaran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.