Selasa, 16 Oktober 2018

Cerita Ma'ruf Amin Soal Cawapres, dari Mahfud MD Lalu Belok Arah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum MUI Maruf Amin, didampingi Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla, memberikan sambutan dalam acara Dzikir dan Doa Bersama untuk Bangsa di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 1 Agustus 2018. Jokowi dan Maruf akan mendaftar ke KPU sebagai calon presiden dan wakil presiden pada esok hari, Jumat, 10 Agustus 2018. TEMPO/Subekti

    Ketua Umum MUI Maruf Amin, didampingi Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla, memberikan sambutan dalam acara Dzikir dan Doa Bersama untuk Bangsa di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 1 Agustus 2018. Jokowi dan Maruf akan mendaftar ke KPU sebagai calon presiden dan wakil presiden pada esok hari, Jumat, 10 Agustus 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, JakartaMa'ruf Amin bercerita ihwal penunjukan dirinya sebagai calon wakil presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019.

    Ma'ruf, saat mendatangi kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, hari ini, mengisahkan, sore menjelang pengumuman cawapres Jokowi pada Kamis, 9 Agustus 2018, ia ditelepon Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Romy, yang memberitahukan keputusan Jokowi memilih Ma'ruf sebagai cawapres.

    Baca juga: Jokowi Ungkap Alasannya Pilih Maruf Amin Jadi Cawapres

    Awalnya, Ma'ruf mengaku sempat mempertanyakan keputusan itu. "Bukannya ada nama lain? Katanya sudah mengarah ke Pak Mahfud?" ujarnya menirukan pembicaraannya dengan Romy via telepon sekitar pukul 16.30, kemarin.

    "Enggak, Pak. Ini ada arah baru, katanya muter," ucap Ma'ruf menirukan ucapan Romy.

    Setelah itu, Ma'ruf melanjutkan, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menelepon dirinya hanya berselang setengah jam. "Jam lima sore, Ibu Mega menelepon saya (menyampaikan maksudnya)," tuturnya.

    Baca juga: Isu Cawapres Jokowi, Ma'ruf Amin: Kalau Negara Memanggil, Siap

    Ma'ruf menuturkan sejujurnya ia lebih nyaman berada di jalur dakwah saja. Namun, apabila negara memanggil, Ma'ruf mengaku siap. "Saya kan sudah mengatakan saya enak di jalur ini (dakwah). Tetapi, kalau negara membutuhkan saya, saya siap," katanya.

    Lebih jauh, Ma'ruf mengatakan tak berkeinginan untuk menjadi cawapres. Ma'ruf sedari kecil disuruh untuk menjadi seorang kiai. "Saya memang tidak pernah berniat, berharap, menginginkan, atau berangan-angan untuk menjadi wakil presiden. Saya itu disuruh jadi kiai," ujarnya.

    Keputusan Jokowi memilih Ma'ruf Amin menjadi calon wakil presiden pendampingnya dalam pilpres 2019 memang membuat banyak pihak terkejut. Sebab, sejak Kamis siang, nama cawapres yang mencuat bukanlah Ma'ruf, tapi Mahfud MD. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu bahkan diketahui sudah mengurus berbagai persyaratan menjadi cawapres.

    Baca juga: Jokowi Pilih Maruf Amin sebagai Cawapres

    "Setelah melalui perenungan yang mendalam dan dengan mempertimbangkan masukan-masukan dan saran-saran dari berbagai elemen masyarakat, maka saya memutuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari partai-partai koalisi Indonesia Kerja, bahwa yang akan mendampingi saya sebagai calon wakil presiden 2019-2024 adalah Prof Dr KH Ma'ruf Amin," ucap Jokowi di Restoran Plataran Menteng, Jakarta, Kamis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.