Senin, 10 Desember 2018

AHY Beri Dukungan Penuh untuk Prabowo - Sandiaga Uno

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Satuan Komando Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY berpose dengan pasangan Capres - Cawapres Prabowo - Sandiaga Uno usai mendaftar di Gedung KPU, Jakarta, Jumat 10 Agustus 2018. Akhirnya Partai Demokrat memutuskan untuk berkoalisi dengan pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno. TEMPO/Subekti.

    Ketua Satuan Komando Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY berpose dengan pasangan Capres - Cawapres Prabowo - Sandiaga Uno usai mendaftar di Gedung KPU, Jakarta, Jumat 10 Agustus 2018. Akhirnya Partai Demokrat memutuskan untuk berkoalisi dengan pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengatakan, setelah berikhtiar lebih-kurang satu tahun serta melewati hari-hari dan malam-malam yang panjang, Majelis Tinggi akhirnya memutuskan mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai calon presiden dan wakil presiden untuk periode 2019-2024.

    Baca juga: Pertemuan SBY - Prabowo Kedua, Demokrat Sebut Prabowo Lirik AHY

    "Sebagai kader inti Partai Demokrat, saya memberikan dukungan penuh demi kesuksesan dan kemenangan pasangan Pak Prabowo dan Mas Sandiaga," kata AHY di rumah SBY, Kuningan, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018.

    Menurut dia, saat ini adalah kesempatan yang baik untuk semua warga negara Indonesia yang akan melahirkan pemimpin-pemimpin terbaik bagi rakyat bangsa dan negara.

    AHY juga memberi ucapan kepada pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin. "Selamat berkompetisi kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Pak Jokowi dan Bapak Ma’ruf Amin, dan semoga kompetisi politik yang tentunya sudah bisa kita prediksi aman berlangsung dengan kompetitif, mudah-mudahan dapat berjalan fair, adil, dan demokratis," ujarnya.

    Baca juga: Partai Demokrat: AHY Layak untuk Cawapres Prabowo karena Ganteng

    AHY menilai harga yang dibayar terlalu mahal jika hanya karena pesta demokrasi ini, bangsa yang majemuk ini terpecah-belah. Sebab, pilpres ini hanya bersifat sementara, tidak permanen. "Kita berkompetisi karena ingin mencari pemimpin terbaik di negeri ini. Kebinekaan harus dipelihara sampai kapan pun."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.