Senin, 22 Oktober 2018

Koalisi Prabowo Menanti Putusan Partai Demokrat Hingga Siang Ini

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri memberikan keterangan seusai melakukan pertemuan di Hotel Gran Melia, Jakarta, 30 Juli 2018. Pertemuan tersebut dalam rangka menjajaki koalisi pada pemilihan Presiden 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri memberikan keterangan seusai melakukan pertemuan di Hotel Gran Melia, Jakarta, 30 Juli 2018. Pertemuan tersebut dalam rangka menjajaki koalisi pada pemilihan Presiden 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Bakal calon wakil presiden koalisi Prabowo, Sandiaga Uno mengatakan Gerindra terus berkomunikasi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY dan Partai Demokrat hingga Jumat, 10 Agustus 2018. Namun, Sandi tidak merinci pukul berapa tenggat yang diberikan kepada Demokrat.

    "Kami harapkan juga dalam beberapa jam ke depan kami bisa meyakinkan Bapak SBY untuk bisa berjuang bersama-sama," kata Sandiaga, di rumah orang tuanya, Jalan Galuh, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat dini hari, sekitar pukul 01.30.

    Baca:
    Geger Jenderal Kardus di Koalisi Prabowo

    Prabowo dan SBY Akan Bertemu Hari Ini Bahas Kelanjutan Koalisi

    Kesempatan itu diberikan kepada Demokrat meski Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah resmi mendeklarasikan diri sebagai calon presiden berpasangan dengan Sandiaga Uno sebagai cawapres. Prabowo juga mengumumkan bangunan koalisi yang terdiri dari Partai Gerindra, PKS, dan PAN.

    Partai Demokrat yang sebelumnya menyatakan bakal berkoalisi dengan Gerindra tidak turut dalam deklarasi Prabowo-Sandiaga. Sejak kemarin hingga pagi ini, Majelis Tinggi Partai Demokrat masih menggelar sidang untuk menentukan arah koalisi di Pemilihan Presiden 2019. Sidang akan menentukan Demokrat akan memiih bergabung dengan koalisi Prabowo atau koalisi Jokowi.

    Baca: Prabowo dan SBY Akan Bertemu Hari Ini Bahas ...

    Partai Demokrat harus memutuskan ikut mengusung salah satu calon pasangan di Pilpres 2019. Sebab, Undang-undang Pemilihan Umum mengatur bahwa partai yang tak mengusung capres-cawapres di Pilpres 2019 dikenai sanksi tidak bisa ikut Pilpres 2024.

    Sandiaga Uno mengatakan koalisi Prabowo yang terdiri dari Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Amanat Nasional masih terus bermusyawarah dengan Partai Demokrat. Menurut Sandiaga ketiga partai belum meninggalkan Demokrat untuk berkoalisi di Pemilihan Presiden 2019.

    Simak: PKS Hengkang Pertama di Pertemuan Sekjen Partai Koalisi Prabowo ...

    "Kami tidak pernah meninggalkan Demokrat, kami ingin Demokrat bergabung," kata Sandiaga. Hingga saat ini, kata Sandi, kami juga masih menginginkan Demokrat bergabung dengan koalisi Prabowo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.