Minggu, 21 Oktober 2018

Gagal Jadi Cawapres Prabowo, Salim Segaf Sampaikan Harapannya

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) bergandengan tangan dengan Presiden PKS Sohibul Iman (kiri) dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri seusai melakukan pertemuan di DPP PKS, Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. Kedatangan Prabowo tersebut untuk membahas hasil dari penyampaian Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) bergandengan tangan dengan Presiden PKS Sohibul Iman (kiri) dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri seusai melakukan pertemuan di DPP PKS, Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. Kedatangan Prabowo tersebut untuk membahas hasil dari penyampaian Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al Jufri, yang direkomendasikan sebagai calon wakil presiden untuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto oleh Ijtima Ulama, ternyata tidak terpilih. Prabowo memilih berpasangan dengan Sandiaga Uno.

    Baca: Prabowo Temui Salim Segaf, PKS Disebut Sudah Legawa Soal Cawapres

    Meski akhirnya Prabowo tidak mengakomodasi rekomendasi Ijtima Ulama, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama Partai Amanat Nasional (PAN) tetap bergabung dengan Partai Gerindra. Tiga partai inilah yang mengusung Prabowo-Sandiaga.

    Salim tetap hadir dalam deklarasi Prabowo-Sandiaga di kediaman Ketua Partai Gerindra di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis malam, 9 Agustus 2018. "Yang kami cari adalah bagaimana bisa memenangkan ini (pilpres)," kata Salim kepada ratusan massa pendukung yang hadir.

    Baca: Prabowo: Sandiaga Mengundurkan Diri sebagai Wakil Gubernur DKI

    "Di situ ada secercah cahaya bangsa, ini untuk mendapatkan kemenangan, untuk Indonesia yang lebih baik ke depan," kata Salim menunjuk ke arah pasangan Prabowo-Sandiaga. Ia yakin harapan itu akan tercapai karena sejumlah tokoh-tokoh ulama telah berkumpul dan memberi rekomendasi pada pasangan ini.

    Prabowo resmi mengumumkan Sandiaga sebagai cawapresnya pada pukul 23.30. Wakil Gubernur DKI Jakarta itu dinilai sebagai sosok terbaik yang ada dan telah diputuskan bersama oleh ketiga partai koalisi.

    Baca: Presiden PKS Sebut Sandiaga Santri di Era Post-Modernisme

    Munculnya nama Sandiaga sebagai pendamping Prabobo cukup mengejutkan publik. Lantaran, sejumlah ulama yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) telah memberi dua nama rekomandasi sejak 29 Juli 2018. Keduanya yaitu Salim atau ustaz Abdul Somad.

    Salim menambahkan, target Prabowo dan Sanidaga serta para partai koalisi pendukung sudah jelas, yaitu mengganti Presiden Joko Widodo. Target itu, menurut dia, juga merupakan aspirasi masyarakat saat ini. "Lihatlah selama lima tahun ekonomi dan kehidupan semakin sulit," ujar Salim.

    Baca: Gerindra Akui Nama Sandiaga Uno Menguat Jadi Cawapres Prabowo

    Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan ucapan terima kasih meski akhirnya tidak memilih Salim atau Somad. "Sebagaimana kita ketahui, Salim Segaf telah diusung melalui Ijtima Ulama, tapi beliau dengan rela tidak memaksakan diri bahkan legowo," kata Prabowo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.