Senin, 10 Desember 2018

Jokowi - Ma'ruf Amin Daftar ke KPU, Relawan Padati Gedung Joang

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di Gedung Joang 45 jelang duet Joko Widodo dan Ma'ruf Amin mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 2019-2024. Jakarta, 10 Agustus 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Suasana di Gedung Joang 45 jelang duet Joko Widodo dan Ma'ruf Amin mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 2019-2024. Jakarta, 10 Agustus 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin hari ini akan mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum. Mereka rencananya akan berangkat dari Gedung Joang 45, Menteng.

    Baca: Daftar Capres: Jokowi dari Gedung Joang 45, Prabowo dari Istiqlal

    Koordinator lapangan, Nick Marahman, mengatakan di lokasi ini para ketua umum partai pendukung dan sekretaris jenderal akan menandatangani dokumen dukungan yang menjadi syarat administratif pendaftaran pemilihan presiden di KPU.

    Seusai tanda tangan itu, pasangan Jokowi-Ma'ruf bergegas ke KPU. "Pak Jokowi tidak pidato," katanya di Gedung Joang, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018.

    Baca: Usai Tunjuk Maruf Amin Cawapres, Jokowi Minta JK Jadi Timses

    Nick berujar nantinya sebelum berangkat ke KPU, Ma'ruf Amin akan memimpin doa bersama. "Nanti juga diiringi oleh salawat," ucapnya.

    Hingga pukul 08.00, pasangan yang didukung oleh sembilan partai politik ini belum tampak di lokasi. Namun, suasana di Gedung Joang 45 sudah ramai dipadati relawan. Pantauan Tempo di lokasi, ruas jalan di sekitar Gedung Joang mengalami kemacetan.

    Baca: Detik-detik sebelum Jokowi Umumkan Ma'ruf Amin Jadi Cawapres

    Sejumlah tokoh nasional hadir di Gedung Joang 45. Di antaranya, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.