Minggu, 21 Oktober 2018

Jadi Cawapres, Maruf Amin: Ulama dan NU Harus Dukung Jokowi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin menggelar konferensi pers di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) seusai ditunjuk calon presiden Jokowi sebagai cawapresnya, Kamis, 9 Agustus, 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin menggelar konferensi pers di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) seusai ditunjuk calon presiden Jokowi sebagai cawapresnya, Kamis, 9 Agustus, 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin menilai alasan calon presiden Joko Widodo alias Jokowi memilihnya sebagai cawapres bukan semata-mata hanya karena sosoknya. Menurut dia, Jokowi meminangnya karena Jokowi menghargai para ulama.

    Baca: PBNU Bersyukur Maruf Amin Dipilih Jadi Cawapres Jokowi

    "Ini penghargaan kepada ulama. Pak Jokowi ini benar-benar memilih ulama," ujar Maruf di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2018.

    Ma'ruf mengatakan dirinya dipilih Jokowi juga suatu penghargaan kepada organisasi NU. Sebab, kata dia, dirinya tak mungkin juga dipilih Jokowi jika bukan sebagai Rais Aam atau pimpinan NU. "Ini memang harus dibalas para ulama dan NU dengan mendukung beliau yang telah menghargai kita semua melalui saya yang diangkat sebagai cawapres," ucapnya.

    Jokowi resmi mengumumkan bahwa Maruf Amin menjadi cawapresnya di pemilihan presiden 2019. Hal tersebut diumumkan Jokowi di Restoran Plataran Menteng, Jakarta pada Kamis, 9 Agustus 2018.

    Baca: Maruf Amin Cawapres Jokowi, Demokrat Ucapkan Selamat

    "Dengan perenungan yang mendalam dan masukan saran dari seluruh elemen masyarakat, saya memutuskan dan telah mendapatkan keputusan dari koalisi Indonesia kerja yang akan mendampingi saya sebagai calon wakil presiden adalah Prof. Dr. KH. Maruf Amin," ujar Jokowi di Restoran Plataran Menteng, Jakarta pada Kamis, 9 Agustus 2018.

    SYAFIUL HADI | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.