Senin, 10 Desember 2018

PKS: Cawapres Hasil Ijtima Ulama Dipilih? Koalisi Prabowo Bubar

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden PKS Sohibul Imam didampingi elite PKS lainnya memenuhi panggilan Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, 9 April 2018. Dalam pemeriksaan kali ini Sohibul Imam membawa bahan bantahan atas tuduhan Fahri Hamzah berupa 49 screenshot bukti percakapan, 6 buah video dan 3 bundel kertas. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Presiden PKS Sohibul Imam didampingi elite PKS lainnya memenuhi panggilan Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, 9 April 2018. Dalam pemeriksaan kali ini Sohibul Imam membawa bahan bantahan atas tuduhan Fahri Hamzah berupa 49 screenshot bukti percakapan, 6 buah video dan 3 bundel kertas. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman mengatakan koalisi Prabowo akan bubar jika calon wakil presiden atau cawapres rekomendasi Ijtima Ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa atau GNPF MUI tidak dipilih. Sohibul berpendapat pembahasan mengenai cawapres yang sudah mengerucut akan meluas kembali.

    "Begitu tak dipilih hasil Ijtima, maka konstelasi bukannya mengerucut, tapi makin buyar," kata Sohibul di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa, 7 Agustus 2018.

    Baca:
    Bahas Cawapres Prabowo, PKS: Dinamika Politik Berubah Cepat

    Gerindra Telaten Menunggu Hasil Rakornas PAN Demi Koalisi Prabowo

    Ijtima Ulama yang diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa sebelumnya merekomendasikan tiga nama untuk dua paket pasangan capres dan cawapres yang diusung di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri sebagai cawapres dan Prabowo Subianto-Abdul Somad.

    Namun, Prabowo dan Gerindra belum menunjukkan sinyal bakal menggandeng salah satu cawapres yang direkomendasikan itu. Prabowo dalam beberapa kesempatan mengatakan, hasil Ijtima Ulama itu hanya bersifat rekomendasi.

    Baca: Gerindra: 1.000 Persen Prabowo Maju Sebagai Calon Presiden

    Akan halnya PKS berkukuh mengikuti hasil Ijtima Ulama itu. Sohibul mengatakan partainya menghormati dan mengawal keputusan Ijtima Ulama. Apalagi, hasil Ijtima Ulama juga beririsan dengan rekomendasi Majelis Syuro PKS, yakni munculnya nama Salim Segaf Al-Jufri. Sohibul mengatakan pada titik temu itulah partainya berfokus.

    Kendati demikian, PKS juga menunggu siapa yang akan dipilih Prabowo di antara Salim dan Abdul Somad. Jika keduanya tak dipilih, Sohibul memperkirakan sembilan nama kader PKS yang direkomendasikan Majelis Syuro akan kembali menguat seiring dengan meluasnya pembahasan cawapres koalisi Prabowo.

    Simak: PKS Hengkang Pertama di Pertemuan Sekjen Partai Koalisi Prabowo ...

    "Taruhlah Pak Prabowo enggak pilih keduanya, sembilan nama cawapres dari Majelis Syuro (PKS) akan hidup lagi," ujar Sohibul. Sembilan nama hasil rekomendasi Majelis Syuro PKS ialah Salim Segaf Al-Jufri, Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Irwan Prayitno, Sohibul Iman, Tifatul Sembiring, Al Muzzammil Yusuf, dan Mardani Ali Sera.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.