Minggu, 21 Oktober 2018

Gerindra: Visi Misi Prabowo Ekonomi Kerakyatan, Bukan Neolib

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tiba di DPP PKS untuk membahas hasil Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional, di Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. Hasil Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional menunjuk Prabowo sebagai Calon Presiden 2019 serta Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad sebagai Cawapres. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tiba di DPP PKS untuk membahas hasil Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional, di Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. Hasil Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional menunjuk Prabowo sebagai Calon Presiden 2019 serta Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad sebagai Cawapres. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Badan Komunikasi Dewan Pengurus Pusat Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan salah satu fokus dalam visi misi Prabowo Subianto adalah soal ekonomi kerakyatan.

    Baca: Gerindra: 1.000 Persen Prabowo Maju Sebagai Calon Presiden

    Andre belum mau membocorkan detail banyaknya poin, konten, serta nama visi misi yang akan diusung dalam Pemilihan Presiden 2019 itu. Yang jelas, kata Andre, Prabowo berfokus pada ekonomi kerakyatan seperti yang selama ini kerap disampaikan. "Intinya ekonomi kerakyatan, bukan ekonomi neoliberal," kata Andre kepada Tempo, Selasa, 7 Agustus 2018.

    Prabowo, kata dia, ingin mengedepankan ekonomi sesuai pasal 33 Undang-undang Dasar 1945. Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu juga disebut menaruh perhatian pada utang negara, tenaga kerja asing, dan ketimpangan ekonomi. 

    Andre mengatakan, visi misi itu dirumuskan oleh empat sekretaris jenderal dan tim dari partai-partai yang selama ini aktif menjajaki koalisi dengan Gerindra, yakni Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, dan Partai Demokrat. Dia berujar, visi misi itu akan disampaikan kepada publik secara rinci saat deklarasi Prabowo dan calon wakil presidennya. Perumusan visi misi itu disebutnya sudah mencapai 80 persen. 

    Baca: Ketua Gerindra DKI Sebut Prabowo Daftar ke KPU pada 10 Agustus

    Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengatakan, kondisi mutakhir selama empat tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla menjadi salah satu pertimbangan perumusan visi misi Prabowo. Menurut catatan Tempo, setidaknya ada lima hal yang kerap disampaikan Prabowo dalam sejumlah pidatonya.

    Selain utang negara, tenaga kerja asing, dan ketimpangan ekonomi, Prabowo juga sering menyinggung soal eksploitasi sumber daya alam untuk dibawa ke luar negeri dan politik uang dalam pemilihan umum.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.