Jumat, 17 Agustus 2018

Visi Misi Prabowo: Dari Utang Negara hingga Ketimpangan Ekonomi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto didampingi Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani dan Wakil Ketua Umum Sugiono berbicara kepada wartawan seusai mengadakan pertemuan dengan pimpinan PKS dan PAN di rumah Maher Algadrie, Jalan Prapanca, Jakarta Selatan, Selasa malam, 31 Juli 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto didampingi Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani dan Wakil Ketua Umum Sugiono berbicara kepada wartawan seusai mengadakan pertemuan dengan pimpinan PKS dan PAN di rumah Maher Algadrie, Jalan Prapanca, Jakarta Selatan, Selasa malam, 31 Juli 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Badan Komunikasi Dewan Pengurus Pusat Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan penyusunan visi misi Prabowo Subianto hampir final. Andre mengklaim, perumusan visi misi itu sudah mencapai 80 persen. "Mudah-mudahan nanti malam kelar (perumusan visi misi)," kata Andre kepada Tempo, Selasa, 7 Agustus 2018.

    Baca: Gerindra: 1.000 Persen Prabowo Maju Sebagai Calon Presiden

    Andre belum mau membocorkan detail banyaknya poin, konten, serta nama visi misi yang akan diusung dalam Pemilihan Presiden 2019 itu. Yang jelas, kata Andre, pada intinya Prabowo berfokus pada ekonomi kerakyatan seperti yang selama ini kerap disampaikan. "Intinya ekonomi kerakyatan, bukan ekonomi neolib," kata Andre.

    Prabowo, kata dia, ingin mengedepankan ekonomi sesuai pasal 33 Undang-undang Dasar 1945. Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu juga disebut menaruh perhatian pada utang negara, tenaga kerja asing, dan ketimpangan ekonomi.

    Andre mengatakan, visi misi itu dirumuskan oleh empat sekretaris jenderal dan tim dari partai-partai yang selama ini aktif menjajaki koalisi dengan Gerindra, yakni Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, dan Partai Demokrat. Dia berujar, visi misi itu akan disampaikan kepada publik secara rinci saat deklarasi Prabowo dan calon wakil presidennya.

    Baca: Ketua Gerindra DKI Sebut Prabowo Daftar ke KPU pada 10 Agustus

    Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengatakan, kondisi mutakhir selama empat tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla menjadi salah satu pertimbangan perumusan visi misi Prabowo. Menurut catatan Tempo, setidaknya ada lima hal yang kerap disampaikan Prabowo dalam sejumlah pidatonya.

    Selain utang negara, tenaga kerja asing, dan ketimpangan ekonomi, Prabowo juga sering menyinggung soal eksploitasi sumber daya alam untuk dibawa ke luar negeri dan politik uang dalam pemilihan umum.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kabinet Kerja Jokowi, 6 Menteri Nyaleg, 1 Mundur

    Asman Abnur dari PAN dan enam menteri Kabinet Kerja Jokowi mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif sejak KPU membuka pendaftaran.