Sabtu, 18 Agustus 2018

Survei: Kandidat Cawapres Bikin Elektabilitas Capres Anjlok

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi menghampiri kursi Prabowo Subianto yang juga hadir di acara Rapat Kerja Nasional Partai Amanat Nasional di Jakarta, 6 Mei 2015. Jokowi mengatakan alasan ia menghampiri Prabowo karena dia sangat berbahagia Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat hadir bersama di dalam Rakernas PAN. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Jokowi menghampiri kursi Prabowo Subianto yang juga hadir di acara Rapat Kerja Nasional Partai Amanat Nasional di Jakarta, 6 Mei 2015. Jokowi mengatakan alasan ia menghampiri Prabowo karena dia sangat berbahagia Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat hadir bersama di dalam Rakernas PAN. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei Roda Tiga Konsultan menyatakan sejumlah kandidat calon wakil presiden alternatif Joko Widodo atau Jokowi sebagai calon presiden atau capres justru membuat elektabilitas menurun. “Ketika Jokowi dipasangkan dengan beberapa alternatif cawapresnya elektabilitasnya justru turun,” kata Direktur Riset Roda Tiga Konsultan, Rikola Fedri di Jakarta, Ahad, 5 Agustus 2018.

    Riko menjelaskan saat Jokowi belum dipasangkan dengan sejumlah nama cawapres elektabilitasnya bisa melewati 50 persen. Saat simulasi Jokowi versus Prabowo Subianto, Jokowi mendapatkan dukungan suara 51,6 persen, sedangkan Prabowo 30,8 persen.

    Baca:
    Alumni Presidium 212 Tolak Capres-Cawapres Versi GNPF
    Din Syamsuddin: Ulama Mendukung Capres Nestapa Bagi Ukhuwah

    Sedangkan saat melawan Agus Harimurty Yudhoyono atau AHY, tingkat keterpilihan Jokowi 56,2 persen dan AHY 20,7 persen. Ketika berhadapan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tingkat keterpilihannya meningkat menjadi 57,5 persen dan Anies 18,7 persen.

    Namun, saat dipasangkan dengan sejumlah nama cawapres alternatif seperti Chairul Tanjung, Puan Maharani dan Budi Gunawan elektabilitas Jokowi tak sampai 50 persen. Elektabilitas Jokowi-Chairul Tanjung 49,3 persen, dengan Puan Maharani 47,4 persen. Dan jika dipasangkan dengan Budi Gunawan elektabilitasnya 47,9 persen. “Ketika Jokowi belum dipasangkan berpasangan dengan cawapres alternatifnya elektabilitasnya bisa mencapai di atas 50 persen,” kata Riko.

    Baca:Harap Cemas KPU Pendaftaran Capres Dilakukan Berbarengan

    Hal yang sama juga dialami pesaing terberatnya, Prabowo. Ketika bakal capres Prabowo dipasangkan dengan sejumlah calon wakil presiden alternatifnya seperti Anies dan Gatot Nurmantyo, dia tidak mampu menahan laju elektabilitas Jokowi. “Tetapi ketika berpasangan dengan AHY elektabilitas prabowo terangkat dan elektabilitas Jokowi turun di bawah 50 persen,” kata dia.

    Roda Tiga menggelar survei pada 23 Juli sampai 1 Agustus 2018. Survei menggunakan metode acak berjenjang sistematis (stratified systemic random sampling) yang melibatkan 1610 responden usia 17 tahun ke atas. Jumlah responden diklaim terdistribusi secara proporsional tiap provinsi dan rentang margin of error 2,5 persen.

    Simak: Cak Imin Ragukan Prabowo Bisa Maju Capres ...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.