PAN Belum Tentukan Dukung Jokowi atau Prabowo

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan saat menghadiri halalbihalal bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, 4 Juli 2018. TEMPO/Friski Riana

    Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan saat menghadiri halalbihalal bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, 4 Juli 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Amanat Nasional belum menentukan dukungannya, akan berlabuh ke bakal calon presiden Joko Widodo atau Prabowo Subianto dalam pilpres 2019. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan pihaknya menunggu hasil rapat kerja nasional pada Senin, 6 Agustus 2018.

    "Tunggu rakernas Senin, keputusannya di rakernas," kata Zulkifli di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu, 4 Agustus 2018.

    Baca: Pintu Masih Terbuka untuk PAN di Koalisi Jokowi

    Zulkifli mengatakan arah dukungan PAN dalam pilpres akan dibahas dalam rakernas yang akan dihelat di Jakarta itu. Selain itu, akan dibahas mengenai pemilihan legislatif. "Soal pileg dan pilpres," ujarnya.

    Partai koalisi pendukung Jokowi sebelumnya menyatakan masih membuka pintu bagi PAN untuk bergabung dengan mereka. Sinyal masih dibukanya pintu bagi PAN tersiar setelah rapat para sekjen partai koalisi dengan Jokowi di Bogor pada Selasa, 31 Juli 2018.

    Baca: Alasan PAN Disinggung dalam Pembicaraan Jokowi dan Sekjen Koalisi

    Dalam rapat diakui sempat disinggung mengenai keberadaan PAN di koalisi pendukung Jokowi. "Kami tidak secara spesifik membahas tentang PAN, tetapi dalam konfigurasi pemerintahan sekarang, menteri PAN kan ada di dalam," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

    Meski belum menyatakan secara resmi arah dukungannya, petinggi PAN kerap mengikuti pertemuan yang digelar oleh koalisi Prabowo. Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan menghormati PAN yang belum memutuskan dukungan. Menurut dia, Gerindra menghormati partai yang memiliki mekanisme sendiri dalam mengambil keputusan. "Setiap partai punya mekanisme masing-masing yang harus dihargai," ucapnya.

    Baca: Keukeuh, PAN Belum Goyah oleh Pertemuan Sekjen Koalisi Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.