Jumat, 14 Desember 2018

Dukung Jokowi di Pilpres 2019, JK: Masa Teman Tak Didukung

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi duduk bersama Ketua MUI Ma'ruf Amin dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam acara Dzikir dan Doa Bersama untuk Bangsa di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 1 Agustus 2018. TEMPO/Subekti

    Presiden Jokowi duduk bersama Ketua MUI Ma'ruf Amin dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam acara Dzikir dan Doa Bersama untuk Bangsa di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 1 Agustus 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK kembali menegaskan dukungannya untuk Presiden Joko Widodo di pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Pria yang akrab disapa Jokowi itu akan maju lagi menjadi calon presiden.

    Baca juga: JK - AHY Coming Soon, Jusuf Kalla: Kayak Film Aja

    "Pasti dukung Pak Jokowi. Masa teman tidak didukung," kata JK di Gedung Bentara Budaya Jakarta, Kamis, 2 Agustus 2018.

    JK tidak menjelaskan bentuk dukungan yang akan dia berikan. Termasuk ketika ditanya apakah dia akan mengusulkan nama calon wakil presiden (cawapres) untuk Jokowi. "Nanti saja ya," ujarnya menolak berkomentar.

    JK sudah berkali-kali menyatakan akan mendukung Jokowi. Saat wawancara dengan Tempo pada 2 Juli 2018 di Kantor Wakil Presiden, JK menyatakan pasti mendukung Jokowi.

    "Saya pasti akan mendukung yang terbaik. Dan saya anggap Pak Jokowi masih di antara..., yang terbaik itu bisa dilihat dari calon-calon yang ada, setidaknya sudah ada pengalaman," kata JK.

    Baca juga: Tak Bisa Jadi Wapres Lagi, JK Diyakini Tetap Akan Dukung Jokowi

    Jokowi berencana mengajukan diri sebagai calon presiden di Pilpres 2019. Dia maju didukung PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura, PPP, dan Partai Nasional Demokrat. Namun hingga saat ini Jokowi masih belum mengumumkan calon wakil presidennya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....