Ide Fadli Zon Soal Neno Warisman Jadi Juru Kampanye Prabowo

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Neno Warisman, orator dalam deklarasi relawan #2019GantiPresiden turun dari mobil komando di depan pintu pagar barat daya, lapangan Monas, Jakarta Pusat, 6 Mei 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    Neno Warisman, orator dalam deklarasi relawan #2019GantiPresiden turun dari mobil komando di depan pintu pagar barat daya, lapangan Monas, Jakarta Pusat, 6 Mei 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mendadak memiliki gagasan menggaet Neno Warisman sebagai juru kampanye Prabowo Subianto di pemilihan presiden atau Pilpres 2019.

    "Wah ini ide bagus nih belum ada ide ke sana sih, hahaha," kata Fadli Zon di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 31 Juli 2018.

    Baca juga: Neno Warisman, Penyumbang Terbesar Deklarasi #2019GantiPresiden

    Ide ini muncul saat Fadli ditanyai ihwal rencana pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Neno Warisman tadi sore. Awalnya, Fadli mengatakan Prabowo dan jajaran pimpinan Gerindra menemui Neno untuk menyampaikan simpati atas peristiwa yang dialami Neno di Bandar Udara Hang Nadim, Batam, Sabtu pekan lalu.

    Pada Sabtu, 28 Juli lalu, Neno tertahan di Bandar Udara Hang Nadim, Batam. Neno dan rombongannya tertahan lantaran terhadang massa yang menolak kedatangannya. Adapun kedatangan Neno adalah untuk menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden yang akan digelar di Masjid Agung, Batam Centre pada Ahad pagi, 29 Juli.

    Baca juga: Mobil Neno Warisman Terbakar, Polisi Tunggu Hasil Forensik

    Fadli mengatakan akan sangat bagus bagi Gerindra jika Neno Warisman bersedia menjadi juru kampanye. Dia pun membuka opsi untuk menawari Neno perihal ini.

    "Nanti kami lihatlah, kalau Mbak Neno mau bagus banget," kata Fadli.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.