Polri Larang Tegas Masyarakat Lakukan Kiki Challenge di Jalanan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiki Challenge. egyptindependent.com

    Kiki Challenge. egyptindependent.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia secara tegas melarang masyarakat Indonesia melakukan tarian kiki challenge yang kini viral di media sosial dan dipraktikkan. "Kami larang untuk lakukan itu ya. Kami akan lakukan penindakan tegas," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 26 Juli 2018.

    Dalam beberapa hari terakhir, akun-akun di media sosial Instagram sedang dipenuhi dengan tagar #KikiChallenge. Kiki Challenge atau yang juga kerap disebut In My Feelings Challenge sedang menjadi tarian yang sedang tren.

    Baca:
    Plat Nomor Hitam Ganti Jadi Putih, Polisi: Mungkin Tahun Depan
    Polri Sebut Ormas Tak Boleh Larang Abdul Somad Ceramah

    Biasanya pengendara atau penumpang melakukan tarian ini sambil keluar dari mobil dan melakukan tarian sembari mobil terus berjalan perlahan. 

    Iqbal menuturkan, tindakan tegas dilakukan dimaksudkan untuk melindungi para pengguna jalan. Tarian kiki challenge bisa menimbulkan kecelakaan jika dipraktikkan di jalanan. "Gara-gara itu yang lain bisa tabrakan.”

    Menurut Iqbal, tarian itu sangat berbahaya. “Pakai ponsel saat berkendara saja tidak boleh. Apalagi ini merekam video sambil mobil tetap jalan."

    Baca: Polri Bentuk Tim Khusus Pendampingan Daerah Rawan ...

    Polri menyarankan jika masyarakat ingin menyalurkan keinginan untuk menari atau berjoget dapat dilakukan di tempat yang sesuai dengan peruntukannya. "Karena (kiki challenge) enggak ada untungnya. Kalau mau joget di tempat senam aja," kata Iqbal.

    Simak: Polisi Tangkap Dua Penipu Rekrutmen Bintara ...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.