Sabtu, 18 Agustus 2018

Soal Jokowi Bertemu Partai Koalisi, Begini Kata Mahfud MD

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo bersama anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Mahfud MD (kiri), tertawa bersama saat keluar dari gedung KPK pada Senin, 25 Juni 2018. Kedatangan Mahfud ke KPK untuk memenuhi undangan halalbihalal Idul Fitri serta menjadi pembicara mengenai wawasan beragama dan kebangsaan. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK Agus Rahardjo bersama anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Mahfud MD (kiri), tertawa bersama saat keluar dari gedung KPK pada Senin, 25 Juni 2018. Kedatangan Mahfud ke KPK untuk memenuhi undangan halalbihalal Idul Fitri serta menjadi pembicara mengenai wawasan beragama dan kebangsaan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan tidak tahu soal nama calon wakil presiden yang telah ditetapkan oleh partai pendukung Jokowi.

    Baca juga: Namanya Masuk Bursa Cawapres Jokowi, Mahfud MD: Saya Tidak Tahu

    "Tidak tahu saya. Tidak. Kita lihat saja, itu wewenang ketua Parpol dan presiden yang diusulkan," kata Mahfud saat bertemu Ganjar Pranowo di Puri Gedeh Rumah Dinas Gubernur Jateng, Selasa 24 Juli 2018.

    Menurut Mahfud MD, pertemuan Jokowi dengan enam ketua umum partai pengusungnya di Istana Bogor pada Senin malam lalu memang harus dilakukan.

    Koalisi partai pendukung Jokowi bertemu dan dihadiri para ketua umumnya (Ketum). Mereka yakni Ketum PDIP Megawati, Ketum Hanura Oseman Sapta Odang, Ketum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketum PPP Romahurmuzy alias Romi, serta Ketum Partai Golkar Airlangga Hartanto, dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

    "Ya bagus aja. Memang proses tersebut yang harus ditempuh kan, bahwa harus ketemu dengan partai pengusung untuk mengambil kesepakatan-kesepakatan," kata Mahfud.

    Kesepakatan tersebut menurut Mahfud sudah dicapai yakni pengerucutan satu nama sebagai wakil presiden akan diumumkan dan ditetapkan Presiden Jokowi. "Memang seperti itu prosedurnya, dan bagus saya kira," ujar Mahfud.

    Soal pertemuannya dengan Ganjar Pranowo, Mahfud membantah membicarakan soal Pilpres. Ia berkilah sudah lama membuat janji bertemu Ganjar, namun baru bisa dilakukan hari ini.

    "Ini temen saya dulu di Komisi III di DPR. Kita sama-sama berjuang. Kemarin ada Pilgub, dan kemarin gak sempet ketemu. Sekarang ketemu dan mengucapkan selamat. Gak ada kaitannya dengan cawapres," kata Mahfud.

    Baca juga: Jokowi Beberkan Tiga Nama Masuk Bursa Cawapresnya

    Mahfud mengucapkan selamat kepada Ganjar lantaran hari ini Ganjar-Taj Yasin diumumkan dan ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng terpilih.

    "Fungsinya beda. Ini gubernur, cawapres itu urusan lain. Gak ada kaitan. Beliau ini dulu, kami sering berkunjung. Saya makan di tempat beliau, beliau di tempat saya. Itu saja," kata Mahfud MD.

    Ganjar membenarkan pertemuan tersebut sudah direncanakan dan baru bisa terealisasi. Obrolan yang berlangsung seputar politik nasional dan Pilgub di Jateng.

    Baca juga: Calon Cawapres Jokowi: Mahfud MD, TGB, Airlangga, hingga Cak Imin

    "Dia menyampaikan kalau menurut Mas Ganjar gimana. Ya saya hanya mengikuti di koran saja gitu. Saya kira kalau beliau namanya salah satu yang terpapar dalam nama-nama penting. Saya wong ndeso dikeki ngono yo ora mudheng to? (Saya orang desa dikasih seperti itu ya tidak paham, to). Makan siang aja," kata Ganjar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.