PBNU Dukung Capres yang Pilih Cawapres dari Kader NU

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (kiri-kanan) Ketua PBNU Robikin Emhas, Ketua Satgas Nusantara Polri Irjen Gatot Edi Pramono, moderator diskusi Ismail Hasani, Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja, dan budayawan Radhar Panca Dahana dalam diskusi Setara Institute di AOne Hotel, Jakarta Pusat, 8 Februari 2018. Tempo / Friski Riana

    (kiri-kanan) Ketua PBNU Robikin Emhas, Ketua Satgas Nusantara Polri Irjen Gatot Edi Pramono, moderator diskusi Ismail Hasani, Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja, dan budayawan Radhar Panca Dahana dalam diskusi Setara Institute di AOne Hotel, Jakarta Pusat, 8 Februari 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengatakan para ulama, kiai, masyayikh, dan warga NU akan mendukung calon presiden (capres) yang berpasangan dengan sosok dari kalangan nahdliyin.

    Baca: Didukung NU, Muhaimin Iskandar Percaya Diri Jadi Cawapres Jokowi

    Alasannya, cawapres dari kalangan NU bisa menjalankan mandat berdirinya organisasi itu. "Karena warga nahdliyin yakin bahwa mandat untuk meneguhkan Islam moderat dan toleran, serta ikhtiar mengawal kedaulatan NKRI, akan dapat dilakukan dengan baik," kata Robikin kepada Tempo, Kamis, 19 Juli 2018.

    Robikin menuturkan, berdasarkan pemberitaan media dan rilis berbagai lembaga survei, sejumlah tokoh NU disebut-sebut berpeluang menjadi calon wakil presiden. Misalnya, dia menyebutkan Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Ma'ruf Amin, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar.

    Nama-nama tersebut belakangan muncul dalam sejumlah survei sebagai kandidat calon wakil presiden yang mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di pemilihan presiden atau pilpres 2019.

    Kendati begitu, Robikin menegaskan, politik kebangsaan warga NU berlaku bagi siapa pun calon presidennya. NU, kata dia, bukan berarti masuk ke pusaran politik praktis.

    Simak juga: Pengamat: Tanpa Didampingi Muhaimin, Ulama NU Tetap Dukung Jokowi

    Menurut Robikin, keputusan untuk menentukan nama calon wakil presiden tentunya menjadi otoritas capres. "Tidak sama sekali. Tapi semata ekspresi dari sikap politik kebangsaan warga Nahdlatul Ulama," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kajian Ibu Kota Baru, Diklaim Memperkuat Kawasan Timur Indonesia

    Pemindahan ibu kota ke luar Jawa diklaim akan memperkuat kegiatan nasional dan kawasan Indonesia timur. Begini kajian ibu kajian ibu kota baru.