Senin, 10 Desember 2018

Hanura Klaim Pemilihnya Paling Solid Dukung Jokowi di Pilpres

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) I Wayan Gede Pasek Suardika menyampaikan aspirasi pada Sidang Paripurna Luar Biasa DPD RI ke-5 Masa Sidang IV Tahun Sidang 2015-2016 di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 13 April 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) I Wayan Gede Pasek Suardika menyampaikan aspirasi pada Sidang Paripurna Luar Biasa DPD RI ke-5 Masa Sidang IV Tahun Sidang 2015-2016 di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 13 April 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Gede Pasek Suardika mengklaim pemilih Hanura adalah pemilih yang paling solid mendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi, sejak periode pertama sampai nanti mengawal periode kedua. Hal tersebut diungkapkan Gede menyusul hasil sigi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) yang menunjukkan mayoritas pemilih Hanura menjagokan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

    Baca: Survei Lipi: Pemilih Hanura Dukung Prabowo di Pilpres 2019

    Survei tersebut menyebutkan ada 65,4 persen pemilih Hanura yang menginginkan Prabowo sebagai capres dalam pilpres 2019. Angka ini bahkan lebih tinggi dari Gerindra yaitu 64,4 persen. "Boleh beraneka macam survei dibuat, namun basis logika juga harus dibangun. Hanura paling solid dan tidak neko-neko urusan dukungan kepada Jokowi, begitu pun dengan pemilih loyal kami," ujar Gede saat dihubungi Tempo pada Kamis, 19 Juli 2018.

    Meski angka tersebut dianggap sulit dimengerti, peneliti senior LIPI, Syamsuddin Haris berpendapat, angka sebesar itu kemungkinan muncul karena Hanura adalah partai bentukan Wiranto yang notabene berlatar belakang militer. "Sehingga itu yang menjelaskan, kenapa pemilihnya cenderung kepada Prabowo," ujar Syamsuddin Haris, Kamis, 19 Juli 2018.

    Baca: Kata Hanura Soal Syarat Cawapres Jokowi

    Menurut Gede, alasan tersebut tidak tepat. Sebab, pemilih Hanura selalu bergerak dinamis. "Lagipula itu kan hanya analisis dan pendapat," ujar dia.

    Survei LIPI dilakukan pada 19 April-5 Mei 2018. Adapun metode sigi yang digunakan adalah multistage random sampling dengan sampel survei berjumlah 2.100 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka dengan margin of error (MoE) sebesar 2,14 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.