Gerindra Berharap Yenny Wahid Gabung ke Kubu Prabowo - Sandiaga

Selasa, 11 September 2018 21:58 WIB
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani (tengah) memberikan pernyataan kepada wartawan di depan rumah Prabowo Subianto di Jakarta Selatan, Kamis, 9 Agustus 2018. Wartawan mulai menunggu di depan rumah Prabowo Subianto terkait dengan rencana deklarasi calon wakil presiden malam ini. TEMPO/Fakhri Hermansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani berharap putri mendingan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid bersedia bergabung dalam tim kampanye Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam pemilihan presiden 2019. "Mudah-mudahan masuk (tim kampanye)," katanya di Kertanegara IV, Jakarta, Selasa, 11 September 2018.

Baca: Ajak Yenny Wahid Masuk Tim Pemenangan, Sandiaga: Agar Seimbang

Muzani mengatakan komunikasi dengan Yenny selama ini berjalan dengan baik. Dia menggambarkan huhungan Yenny dengan Prabowo sangat dekat. "Kan cees. Suaminya kan Ketua DPP Gerindra," ujar dia.

Menurut Muzani, partainya akan terus berusaha mendapatkan dukungan Yenny Wahid. Prabowo yang dijadwalkan akan mengunjungi istri Gus Dur di kediamannya, Jalan Al Munawaroh, Ciganjur, Jakarta Selatan pada Kamis, 14 September 2018.

Sebelumnya calon wakil presien Sandiaga Uno, telah lebih dulu telah bertemu dengan Sinta dan Yenny pada Senin, 10 September 2018. Dalam kesempatan itu, dia mendapat wejangan dari Sinta tentang pentingnya menjaga keberagaman dan toleransi di Indonesia, terutama selama gelaran pemilihan presiden 2019. Istri Gus Dur itu juga mewanti-wanti agar pesta demokrasi itu tak diwarnai sentimen politik identitas dan isu SARA.

Baca: Pesan Istri Gus Dur ke Sandiaga: Tak Boleh ada Politik Identitas

Sandiaga juga diminta memberdayakan masyarakat marjinal. "Kalau orang lain mungkin buka puasa, kalau ibu sahur keliling Indonesia dengan masyarakat marjinal. Ini yang menjadi keteladanan dari ibu yang patut jadi keteladanan bagi bangsa," kata dia.

Sinta Wahid sebelumnya juga dikunjungi Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Jumat, 7 September lalu. Jokowi menyatakan datang untuk bersilaturahmi sekaligus meminta restu atas pencalonannya di pemilihan presiden 2019.

Baca Juga